MANAJEMEN DATA TELEMATIKA
Disusun Oleh:
Kelompok 1
1. Septi Kristin Anantasia
2. Nur Yanih
3. Novita Sari
4. Yuyun Yuningsih
Dosen Pembimbing
Asep Jalaludin,ST,MM
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN
INFORMATIKA & KOMPUTER CIKARANG
PRODI TEKNIK INFORMATIKA
TAHUN 2018/2019
===================================
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan
anugerah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Manajemen
Data Telematika” tepat pada waktunya. Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menyelesaikan
tugas mata kuliah Pengantar Telematika. Isi dari makalah ini adalah pembahasan
pengetahuan mengenai manajemen data telematika.
Kami
menyadari bahwa tugas makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu kami mengharapkan kritik, saran dari semua pihak yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terimkasih kepada semua pihak
yang berpesan dalam penyusunan tugas
makalah ini.
Cikarang, 31 Oktober 2018
===================================
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.2 Tujuan
Khusus
1.4 Manfaat Penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen data Telematika
B. Fungsi-Fungsi Manajemen
C. Macam-Macam
Manajemen Data Telematika
D.Permasalahan yang muncul dalam manajemen data telematika
E. Manfaat Manajemen Data Telematika
F. Penjelasan
mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
3.2 SARAN
3.3 DAFTAR PUSTAKA
===================================
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem manajemen berbasis data adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan oprasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Saat ini peranan data sangatlah menonjol. Pemrosesan basis data menjadi perangkat andalan yang sangat diperlukan oleh berbagai perusahaan. Sistem manajemen berbasis data mengorganisasika suatu volume data dalam jumlah besar yang digunakan oleh perusahan dalam transaksi-transaksinya sehari-hari.
Data harus diorganisasikan sehingga pada manajer kota menemukan data tertentu dengan mudah dan cepat untuk mengambil keputusan.Sedangkan data adalah bahan baku informasi yang dikumpulkan dalam suatu basis data agar pengumpulan dapat dilakukan secara efektif dan efesien diperlukan manajemen data.
Data harus diorganisasikan sehingga pada manajer kota menemukan data tertentu dengan mudah dan cepat untuk mengambil keputusan.Sedangkan data adalah bahan baku informasi yang dikumpulkan dalam suatu basis data agar pengumpulan dapat dilakukan secara efektif dan efesien diperlukan manajemen data.
Manajemn
data merupakan bagian dari manajemen sumber daya informasi. Basis data (data
base) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan
yang lainya, database tersimpan diperangkat keras, serta dimanipulasi dengan
perangkat lunak.Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam
informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para
pengguna atau user.
Penyususnan basis data meliputi masukan data kedalam
media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat sistem manajemen basis
data (database sistem DBMS). Manipulasi basis data meliputi proses pembuatan
pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaruan
atau pergantian (update) data, serta pembuatan record data.
Sebuah sistem informasi yang efektif menyediakan
informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi penggunanya sehingga dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, baik dalam
operasional harus dilandasi oleh data dan informasi yang tepat waktu dan tepat
isi agar keputusa yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari
pengelolaan data keputusan yang diambil tepat sasaran. Informasi diperoleh dari
pengelolaan data yang dilaksanakan oleh sistem informasi dengan dukungan
teknologi informasi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas,
rumusan masalah yang kami temukan adalah sebagai berikut:
1. Apa yang
dimaksud dengan manajemen data telematika?
2. Apa
fungsi manajemen data telematika ?
3. Apa
macam-macam data telematika ?
4. Permasalahan
apa saja yang muncul dalam manajemen data telematika ?
5. Manfaat
apa saja yang terkandung dalam manajemen data telematika ?
6. Bagaimana
kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server ?
1.3 Tujuan
Penulisan
1.3.1 Tujuan Umum
1.3.2 Tujuan Khusus
- Untuk mengetahui dan mengkaji definisi dari manajemen data telematika.
- Untuk mengetahui fungsi manajemen data telematika.
- Untuk mengetahui macam-macam manajemen data telematika
- Untuk mengetahui permasalahan yang muncul dalam manajenen data telematika.
- Untuk mengetahui manfaat yang terkandung dalam manajemen data telematika.
- Untuk mengetahui kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server
1.3.2 Tujuan Khusus
- Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Telematika di STMIK Cikarang
1.4 Manfaat Penulisan
- Memperluas wawasan mahasiswa/mahasiswi serta masyarakat mengenai pengetahuan tentang manjemen data telematikaMemberikan pengetahuan bagi mahasiswa/mahasiswi serta masyarakat yang membaca makalah ini
===================================
BAB II
PEMBAHASAN
A. Manajemen Data Telematika
Manajemen Data adalah pengembangan dan penerapan
arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus
hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan. Jadi, Manajemen data
telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup lengkap data yang
dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika. Kegiatan Manajemen Data Pengumpulan
Data, data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat dalam suatu formulir yang
disebut dokumen sumber yang berfungsi sebagai input bagi system. Integritas dan
Pengujian, data tersebut diperiksa untuk meyakinkan konsistensi dan akurasinya
berdasarkan suatu peraturan dan kendala yang telah ditentukan sebelumnya.
Penyimpana, data disimpan pada suatu medium, seperti pita magnetic atau piringan
magnetic. Pemeliharaan, data baru ditambahkan, data yang ada diubah, dan data
yang tidak lagi diperlukan dihapus agar sumberdaya data (berkas) tetap
mutakhir. Keamanan data dijaga untuk mencegah penghancuran, kerusakan atau
penyalahgunaan. Organisasi data disusun sedemikian rupa untuk memenuhi
kebutuhan informasi pemakai. Pengambilan, data tersedia bagi pemakai.
B. Fungsi-Fungsi Manajemen
1. Forecasting
Forecasting adalah peramalan tentang kondisi-kondisi
di masa depan yang mungkin akan dihadapi oleh organisasi Arti masa depan secara
sederhana dan tepat adalah perubahan. Masa depan itu adalah perubahan. Oleh
karena itu masa depan mempunyai beberapa karakteristik, yakni : Pasti beda
dengan sekarang. Penuh dengan ketidakpastian. Tidak dapat direkayasa. Tidak
dapat dikendalikan. Perubahan yang terjadi semakin cepat. Paradoks dengan
keinginan manusia. Perubahan dipicu oleh beberapa faktor : Teknologi, kiat mengerjakan
sesuatu berdasarkan logika rasional. Ekonomi, prilaku mendayagunakan sumber
dalam memenuhi kebutuhan hidup (kepuasan). Sosial, hubungan dalam masyarakat.
Politik, pengelolaan kekuasaan dan kekuatan.
2. Planning (Perencanaan)
Planning adalah suatu proses penetapan tujuan yang akan dicapai dan memutuskan strategi dan taktik untuk mencapainya. Karakteristik tujuan yang efektif : Spesifik dan dapat dimengerti. Dapat diukur, punya kerangka waktu tertentu. Singkat. Standar, Realistik, Fleksibel, Dapat diterima, Tujuan perencanaan , Meningkatkan fokus dan fleksibelitas. Meningkatkan koordinasi, Meningkatkan control, Memperbaiki manajemen waktu. Agar perubahan yang terjadi di masa depan tidak terlalu berbeda dari tujuan organisasi.
2. Planning (Perencanaan)
Planning adalah suatu proses penetapan tujuan yang akan dicapai dan memutuskan strategi dan taktik untuk mencapainya. Karakteristik tujuan yang efektif : Spesifik dan dapat dimengerti. Dapat diukur, punya kerangka waktu tertentu. Singkat. Standar, Realistik, Fleksibel, Dapat diterima, Tujuan perencanaan , Meningkatkan fokus dan fleksibelitas. Meningkatkan koordinasi, Meningkatkan control, Memperbaiki manajemen waktu. Agar perubahan yang terjadi di masa depan tidak terlalu berbeda dari tujuan organisasi.
3. Decision Making (Pengambilan Keputusan)
Decision adalah menentukan pilihan diantara beberapa alternatif untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan organisasi.
Decision adalah menentukan pilihan diantara beberapa alternatif untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuan organisasi.
4. Budgeting (Pengangguran)
Budgeting adalah anggaran pendapatan dan pengeluaran yang teratur yang meliputi semua tahap kegiatan untuk suatu jangka waktu tertentu.
Budgeting adalah anggaran pendapatan dan pengeluaran yang teratur yang meliputi semua tahap kegiatan untuk suatu jangka waktu tertentu.
5. Staffing (Pengisian Staff)
Staffing adalah kegiatan organisasi memenuhi sumber daya manusianya. Secara skematis staffing dapat di gambarkan sebagai berikut, Perencanaan SDM – Rekruitmen – Seleksi – Orientasi dan Penempatan – Pengembangan – Penilaian Kinerja – Kompensasi – Hubungan Ketenagakerjaan.
Staffing adalah kegiatan organisasi memenuhi sumber daya manusianya. Secara skematis staffing dapat di gambarkan sebagai berikut, Perencanaan SDM – Rekruitmen – Seleksi – Orientasi dan Penempatan – Pengembangan – Penilaian Kinerja – Kompensasi – Hubungan Ketenagakerjaan.
6. Pelaksanaan Fungsi
Pemimpinan, menyalurkan semua kemampuan individu pada aktifitas organisasi demi mencapai tujuan. Pengarahan, menyelia-memotivasi-mendelegasikan-menilai kinerja. Koordinasi, integrasi dari kegiatan-kegiatan individu dan unit-unit ke dalam suatu usaha bersama ke arah tujuan organisasi.
Pemimpinan, menyalurkan semua kemampuan individu pada aktifitas organisasi demi mencapai tujuan. Pengarahan, menyelia-memotivasi-mendelegasikan-menilai kinerja. Koordinasi, integrasi dari kegiatan-kegiatan individu dan unit-unit ke dalam suatu usaha bersama ke arah tujuan organisasi.
7. Controlling (Pengawas)
Controlling adalah proses pemonitoran kegiatan organisasional untuk mengetahui apakah kinerja aktual sesuai dengan standar dan tujuan yang diharapkan. Tahap-tahap dalam controlling : Tetapkan standar. Monitor dan ukur kinerja aktual. Bandingkan hasil kinerja aktual dan standar. Ambil tindakan perbaikan dan buat penyesuaian.
8. Evaluasi
Evaluasi adalah upaya untuk menilai proses pelaksanaan rencana berdasarkan rencana yang telah dibuat yaitu Objek evaluasi, Kendala-kendala dan penyimpangan. Hasil secara sederhana kesemua fungsi manajemen itu terangkum dalam apa yang dikemukan George R.Terry dalam POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
Evaluasi adalah upaya untuk menilai proses pelaksanaan rencana berdasarkan rencana yang telah dibuat yaitu Objek evaluasi, Kendala-kendala dan penyimpangan. Hasil secara sederhana kesemua fungsi manajemen itu terangkum dalam apa yang dikemukan George R.Terry dalam POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling).
C. Macam-Macam Manajemen Data Telematika
Manajemen data telematika terdiri dari 3 yaitu :
1. Manajemen Data Sisi Klien
Manajemen
data dilihat dasri sisi client adalah kemampuan komputer untuk meminta
layanan requestdata kepada komputer lain. Manajemen data ini dapat
diaplikasikan pada aplikasi mainframe yang sangat besar untuk membagi beban
proses loading antara client dan server. Dalam perkembangannya, client server
dikembangkan oleh dominasi perusahaan-perusahaan software yaitu Baan, Informix,
Microsoft, dll. Istilah tier dalam server adalah untuk menjelaskan pembagian
sebuah aplikasi yang melalui client dan server. Pembagian proses kerja adalah
bagian uatama dari konsep client / server saat ini.
2. Manajemen Data Sisi Server
Database
server adalah program komputer yang menyediakan layanan data lainnya ke
komputer atau program komputer, seperti yang ditetapkan oleh model
klien-server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer yang
didedikasikan untuk menjalankan program server database. Database sistem
manajemen database yang sering menyediakan fungsi server, dan beberapa DBMSs
(misalnya, MySQL) secara eksklusif bergantung pada model klien-server untuk
akses data. Dalam model Master-Slave, Database master adalah server pusat dan
lokasi utama data sementara Database slave master akan disinkronkan backup dari
master yang bertindak sebagai proxy.
3. Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sistem manajemen basis data relasional atai dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai Relational Database Management System (RDBMS) adalah program computer yang didesign untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data permintaan penggunaanya. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu ”statis”. Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaannya. Contoh dari layanan bergerak yaitu:
3. Manajemen Database Sistem Perangkat Bergerak
Sistem manajemen basis data relasional atai dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai Relational Database Management System (RDBMS) adalah program computer yang didesign untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data permintaan penggunaanya. Keluhan yang muncul dan dikenal secara umum terhadap keberadaan RDBMS adalah kenyataan bahwa implementasi yang ada saat ini dipandang sebagai terlalu ”statis”. Pesatnya perkembangan bagi komunikasi bergerak mendorong para operator layanan berlomba untuk memperkaya macam layanannya guna menambah pemasukan bagi perusahaannya. Contoh dari layanan bergerak yaitu:
a.
GPRS.
GPRS merupakan
system transmisi berbasis paket untuk GSM yang menggunakan prinsip
‘tunnelling’. GPRS tidak menawarkan laju data tinggi yang memadai untuk
multimedia nayata, tetapi GPRS merupakan kunci untuk menghilangkan beberapa
batas pokok bagi layanan-layanan data bergerak. Beberapa faktor yang menjadi
pertimbangan bahwa GPRS merupakan teknologi kunci untuk data bergerak :
1. Memperkaya utility investasi untuk perangkat
GSM yang sudah ada.
2. Merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3.
3. Mampu memanfaatkan kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM.
4. Menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak.
5. Memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat.
2. Merupakan teknologi jembatan yang bagus menuju generasi ke 3.
3. Mampu memanfaatkan kemampuan cakupan global yang dimiliki GSM.
4. Menghilangkan atau mengurangi beberapa pembatas bagi akses data bergerak.
5. Memiliki laju data sampai 115 kbps yang berarti dua kali lipat.
6. Menampakan diri sebagai
komunikasi yang selalu terhubung.
b. Open
Service Gateway Initiative (OSGi)
Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah
system dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang
terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi
adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah
service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan
menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini
dapat menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan
platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi mengadopsi keuntungan dari
menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi
menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested.
Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket
yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik
dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.
D. Permasalahan yang muncul dalam manajemen data telematika.
1. Pengertian client-server
Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan
komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain. Komputer yang
meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan yang menyediakan layanan
disebut sebagai server. Pengertian lain, client melakukan permintaan suatu informasi
atau mengirim perintah ke server. Server akan menerima permintaan dan perintah
client. Kemudian server akan memproses memproses berdasarkan permintaan
tersebut, dan mengembalikan kepada client sebagai hasil pemrosesan yang sudah
dilakukan. Service Request adalah permintaan dari client baik berupa permintaan
data maupun perintah ke server. Service Response berupa balasan dari server
atas permintaan dari client berupa hasil proses.Data yang diminta oleh client
dapat diambil dari database pada sisi server yang sering disebut database
server, seperti MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server.
2. Karakteristik client server
Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas. Service Menyediakan layanan terpisah yang berbeda. Shared resource Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource Asymmetrical Protocol antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback. Transparency Location adalah proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client Mix-and-match tidak tergantung pada platform. Message-based-exchange antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message. Encapsulation of service message memberitahu server apa yang akan dikerjakan. Scalability sistem C/S dapat dimekarkan baik vertikal maupun horizontal. Integrity kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
2. Karakteristik client server
Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas. Service Menyediakan layanan terpisah yang berbeda. Shared resource Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource Asymmetrical Protocol antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback. Transparency Location adalah proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client Mix-and-match tidak tergantung pada platform. Message-based-exchange antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message. Encapsulation of service message memberitahu server apa yang akan dikerjakan. Scalability sistem C/S dapat dimekarkan baik vertikal maupun horizontal. Integrity kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.
a.
Karakteristik Server - Pasif - Menunggu request - Menerima request-memproses
mereka dan mengirimkan balasan berupa service
b.
Karakteristik Client - Aktif - Mengirim request - Menunggu dan menerima balasan
dari server
3.
Keuntungan client-server
Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban
komputasi secara terdistribusi (mudah dalam maintenance). Memungkinkan untuk
mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
Semua data disimpan di server. Server dapat
mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi
saja.Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Namun pada peer-to-peer,
update data sulit. Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda
pula.
4.
Kelemahan client-server
Traffic congestion on the network, jika banyak
client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya
meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua
komputer yang terkoneksi kepadanya. - Pada client-server, ada kemungkinan
server fail.
Pada P2P networks, resources biasanya
didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse
request.
5.
Batasan file server
Beban jaringan tinggi karena tabel yang diminta akan
diserahkan oleh file server ke klien melalui jaringan Setiap klien harus
memasang DBMS sehingga mengurangi memori. Klien harus mempunyai kemampuan
proses tinggi untuk mendapatkan response time yang bagus. Salinan DBMS pada
setiap klien harus menjaga integritas databasse yang dipakai secara
bersama-sama. Tanggung jawab diserahkan kepada programmer.
6.
Arsitektur database server
Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka
pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan
bisnis). Database server bertanggung jawab pada penyimpanan, pengaksesan, dan
pemrosesan database. Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan
pemrosesan yang tinggi. Beban jaringan menjadi berkurang. Otentikasi pemakai,
pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database
server. Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.
ü Aplikasi Web dapat dibagi menjadi 2
macam :
- § Web Statis
- § Web Dinamis
ü Teknologi untuk membentuk aplikasi
Web yang dinamis :
- § Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
- § Teknologi pada sisi server (server-side technology)
ü Teknologi pada sisi Klien :
- § Kontrol Active X
- § Java applet
- § Client-side script (JavaScript dan VBScript)
- § DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)
ü Teknologi pada sisi Server :
- § CGI
- § FastCGI
- § Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
- § Active Server Pages (ASP)
- § Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
- § Server-side JavaScript
- § PHP
E. Manfaat Manajemen
Data Telematika
Manfaat
Manajemen Data Telematika Manfaat yang diperoleh dari manajemen data adalah :
- § Mengatasi kerangka (redundancy) data.
- § Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
- § Mengatasi kesulitan dalam mengakses data
- § Menyusun format yang standar dari sebuah data.
- § Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
- § Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
- § Menyusun integritas dan independensi data.
F. Penjelasan
mengenai beberapa kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi server
1. Arsitektur Single- Tier Arsitektur Single- Tier
adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama.
Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan
untuk dibeli dan dipelihara.
2. Arsitektur
Two-tier Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat
pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server
yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan
informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen
database.
3. Arsitektur
Three-tier Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk
mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur,
sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan
server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam
berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi
server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan
database staging.
4. Multi tier Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode
yang sangat mirip dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas
bagian UI (User Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini
adalah dengan adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic
Server merupakan bagian dari Data Processing, sedangkan Application Server dan
Client/Terminal merupakan bagian dari UI.
===================================
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Manajemen data pada telematika terdiri
dari manajemen data sisi client, manajemen data sisi server dan menajemen data
base sistem. Client server merupakan sebuah kemampuan dan layana computer untuk
meminta request dan menjawab request data ke computer lain. Setiap instance
dari computer yang meminta layana atau request disebut sebagai client dan
setiap instance yang menyediakan dan memberikan layanan atau menjawab request
disebut server. Data yang diminta oleh client diambil dari data base pada sisi
server (server side) yang sering disebut data base server.
3.2
SARAN
Dan diharapkan, dengan
diselesaikannya makalah ini, baik pembaca maupun penyusun dapat mengetahui
pengertian tentangmanajemen data telematika.
3.3 DAFTAR PUSTAKA

Sesi
Tanya Jawab

nc
BalasHapus